Kemitraan Strategis STIE YAPAN Surabaya - IPBI Bali

Kemitraan Strategis STIE YAPAN Surabaya - IPBI Bali


Denpasar, 05/06/2026

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YAPAN Surabaya resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali. Kerjasama ini direalisasikan melalui penandatanganan tiga dokumen perjanjian sekaligus, (1) Memorandum of Understanding (MoU), (2) Memorandum of Agreement (MoA), dan (3) Implementation Agreement (IA). Penandatanganan dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Rektorat IPBI Bali, Denpasar, Jum’at (05/06).

Ketua STIE YAPAN Surabaya, Gogi Kurniawan bersama Rektor IPBI Bali, I Made Sudjana, menandatangani dokumen MOU. Disusul dengan penandatanganan MoA antara Ketua STIE dengan Dekan Fakultas Pariwisata dan Bisnis IPBI Bali. Sementara itu penandatanganan IA dilakukan antara Ketua Program Studi Manajemen bersama Ketua Program Studi Bisnis Digital kedua perguruan tinggi.

Hadir dalam acara penting ini jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari STIE YAPAN Surabaya, selain Ketua STIE, hadir juga Pengurus Yayasan, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, Unsur LPPM, Program Studi, serta Kepala Bagian. Sementara dari IPBI Bali, hadir Rektor, Wakil Rektor IV, Dekan Fakultas Pariwisata dan Bisnis, unsur LPPM, Kepala Lembaga Inkubator Bisnis Akademik, Ketua Program Studi Bisnis Digital serta Kepala Bagian terkait.





Ketua STIE Gogi Kurniawan menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan strategi STIE YAPAN dalam memperkuat kapasitas kelembagaan. Realisasinya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki keunggulan di bidangnya. Gogi Kurniawan menyebut IPBI Bali sebagai mitra strategis yang memiliki pengalaman dan inovasi relevan untuk dijadikan referensi pengembangan institusi.

"Melalui kerja sama ini kami berharap dapat membangun sinergi yang saling menguatkan dan menghasilkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," kata Gogi Kerniawan

Sementara itu Rektor IPBI Bali, I Made Sudjana, menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak dapat dicapai secara individual. Kemajuan membutuhkan kolaborasi dan jejaring antar institusi yang kuat. Made Sudjana mengutip falsafah Tan Hana Wong Sakti Sinunggal. Falsafah Bali yang bermakna tidak ada orang yang sakti sendirian. Filosofis kerendahan hati dan ketergantungan antarmanusia, yang memberi rumus bahwa kehebatan atau kesuksesan tidak pernah lepas dari peran orang lain dan alam semesta.

"Kami percaya bahwa ketika institusi saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, maka kualitas pendidikan tinggi akan semakin berkembang," kata Made Sudjana.





Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Wakil Rektor IV IPBI Bali, Ni Made Ayu Sulasmini. Dalam kesempatan diskusi ini, Wakil Ketua III STIE YAPAN, Miftahul Jannah memaparkan tiga fokus utama benchmarking yang menjadi inti kerja sama. Ketiga fokus tersebut mencakup (1) pengelolaan Program Studi Bisnis Digital, (2) tata kelola dan pengembangan jurnal ilmiah, serta (3) pengelolaan inkubator bisnis sebagai wahana pengembangan kewirausahaan mahasiswa.

Ketiga bidang tersebut dipilih karena dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan industri.

Diskusi juga dilanjutkan dengan pembahasan berbagai peluang kolaborasi jangka pendek, mulai dari (1) pertukaran praktik pengelolaan program studi, (2) penguatan publikasi ilmiah, hingga (3) pengembangan program kewirausahaan berbasis incubator bisnis.

Melalui penandatanganan tiga kerjasama stretegis ini, STIE YAPAN Surabaya dan IPBI Bali berkomitmen membangun kemitraan berkelanjutan guna (1) meningkatkan mutu pendidikan, (2) memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta (3) menciptakan program-program kolaboratif yang berdampak bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas. Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi antarperguruan tinggi yang saling melengkapi dan mendorong kemajuan bersama. (MIG)






Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama