Jerman, Uni Eropa, Siap Bangun Kereta SRRL Surabaya Sidoarjo Mulai Tahun 2027
Surabaya, Informatika News line, 12/01/2026
Gubernur
Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa proyek
pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 akan dimulai
dengan ground breaking pada tahun 2027.
Proyek ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Jerman melalui KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau) Development Bank (Bank Pembangunan Jerman KfW) senilai 297 juta Euro.
Disain
SRRL yang akan direalisasikan ini akan mendukung elektrifikasi (jalur
kereta listrik) dan jalur ganda sepanjang 22 km dari Surabaya ke arah
Sidoarjo kota, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan mengurangi
kemacetan serta biaya logistik.
Khofifah menyampaikan apresiasi
atas dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa dalam pembangunan
infrastruktur transportasi publik di Jawa Timur, dalam pertemuan dengan
Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste (10/01) yang lalu di Surabaya.
Gubernur
Jawa Timur berharap proyek SRRL dapat memudahkan dan mempercepat
mobilitas masyarakat yang bekerja di kawasan Surabaya Raya.
Baca Juga
Kerja Sama Jerman dan Indonesia Dalam Realiasi Proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Tahap 1
Ada 15 juta perjalanan lalu lintas di Surabaya Raya
Jalur Kereta Api di Madura Bakal Dihidupkan Lagi, tapi Butuh Rp 3,3 Triliun
Proyek
SRRL telah tercantum dalam Perpres no 12 tahun 2025 tentang RPJMN
2025-2029 dan telah berproses sejak tahun 2020. Realisasi proyek ini
bahkan sudah disepakati bersama dengan Kementerian Keuangan Republik
Indonesia pada Juni 2025 yang lalu.
Duta Besar Jerman untuk
Indonesia, Ralf Beste, menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya
Pemprov Jatim dalam mewujudkan transportasi publik yang layak bagi
masyarakat.
Raff
menyatakan dukungan nya pada pengembangan Provinsi Jawa Timur dan
Surabaya sebagai salah satu daerah dengan pengaruh besar di Indonesia.
Proyek
SRRL diharapkan dapat mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari
dan memberikan manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun
pertama operasional nya (MIG)
